Selasa, 04 Februari 2014
Status Gunung Berapi

Apakah maksud dari tingkatan status seperti awas, siaga, waspada dan normal untuk status  gunung berapi ?

girls. kidnesia.com - Akhir-akhir ini negara kita sering mendapat bencana akibat gunung berapi.Salah satunya Gunung Sinabung di Sumatra Utara. Apa sebenarnya gunung berapi itu? Lalu, apakah maksud dari tingkatan status seperti awas, siaga, waspada dan normal untuk status  gunung berapi ? Yuk, kita cari tahu!

Gunung berapi terbentuk dari magma (batuan cair bersuhu panas di bawah permukaan bumi) yang naik ke permukaan. Bentuk gunung berapi bermacam-macam, bentuk ini tergantung dari letusan dan sifat magmanya. Magma yang keluar di permukaan gunung disebut lava. Nantinya lava akan membeku dan membentuk batuan lagi, sehingga menjadi lapisan batuan pada gunung berapi. Nah,  apabila  gunung berapi meletus maka kejadian terbentuknya gunung berapi seperti yang disebutkan di atas terulang kembali. Gunung berapi yang aktif,mempunyai masa separuh aktif, istirahat sampai akhirnya tidak aktif atau mati.

Saat kita mendengar berita tentang gunung berapi, biasanyaakan keterangan status  gunung berapi  dalam berita tersebut.Apabila statusnya “normal”, maka status gunung berapi  tersebut tidak mengalami gejala aktivitas tekanan magma. Keadaan bahaya gunung berapi  akan menjadi perhatian bila memasuki status waspada, siaga dan awas. Status “waspada”menunjukan adanya kenaikan aktivitas di atas level normal, sehingga perlu pengawasan karena ada kemungkinan menimbulkan bahaya gunung meletus. Ketika memasuki status“siaga”, artinya aktivitas gunung berapi  sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana. Ketika statusnya“awas”, tandanya status  gunung berapi  segera meletus atau dalamkeadaan kritis berpotensi menimbulkan bencana.

Di Indonesia, kita memiliki banyak sekali gunung berapi yang aktif. Maka dari itu penting bagi kita mengenali status gunung berapi . Semoga menambah pengetahuanmu, ya, girls!

Teks:Yoan/GIRLS

Foto: wikipedia

Copyright © Girls, All Rights Reserved 2012.
logoKG